Dua Buron Narkoba Jaringan Malaysia Masih Bebas, Bareskrim Rilis Ciri Fisik Lengkap

- Wilayah
- Indonesia
- Penerbit
- Shelby Media
- Status Verifikasi
- Dikurasi Redaksi
- Redaksi
- Shelby Media
Operasi penyelundupan narkotika senilai puluhan kilogram dari Malaysia kembali mencoreng jalur laut perbatasan Indonesia. Kali ini, Bareskrim Polri mengungkap bahwa dua pelaku utama masih berkeliaran bebas dan kini resmi masuk dalam daftar buronan negara.
Keduanya adalah M Nabil Haryadi, 25 tahun, dan Erwin, 46 tahun. Bareskrim telah menerbitkan surat DPO resmi untuk masing-masing — bernomor DPO/90/VI/2026 untuk Nabil, dan DPO/87/VI/2026 untuk Erwin, keduanya dikeluarkan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba.
Siapa Mereka?
Nabil dan Erwin bukan nama baru dalam perkara ini. Mereka disebut sebagai bagian aktif dari operasi yang dijalankan pada 17 Mei 2026 — saat sebuah speed boat membawa dua kardus hitam berisi 64 kilogram narkotika melintas dari perairan Malaysia menuju Indonesia.
Operasi itu buyar ketika kapal patroli Bea Cukai mulai mendekat. Alih-alih menyerah, para pelaku memilih terjun ke laut dan melarikan diri melalui hutan bakau — meninggalkan kapal dan seluruh muatan terlarang begitu saja.
Dua pelaku lain yang turut dalam operasi itu, Indra Bayu dan Solihin, telah lebih dulu ditangkap di Bengkalis, Riau, pada 16 Juni 2026. Dari mulut merekalah nama Nabil dan Erwin akhirnya mencuat ke permukaan.
Kenali Wajah Mereka
Bareskrim merilis ciri fisik keduanya sebagai bagian dari upaya pelacakan:
Erwin (46 tahun) — tinggi 172 cm, berat 75 kg, kulit sawo matang, rambut hitam pendek lurus. Terdaftar dalam surat DPO nomor DPO/87/VI/2026/Dittipidnarkoba.
M Nabil Haryadi (25 tahun) — tinggi 170 cm, berat 60 kg, penampilan serupa. Terdaftar dalam surat DPO nomor DPO/90/VI/2026/Dittipidnarkoba.
Jaringan yang Lebih Dalam
Yang membuat kasus ini pelik bukan sekadar 64 kg narkotika yang tersita. Lebih dari itu, ada ekosistem pendukung yang terlibat — mulai dari penyewa speed boat, perantara di pihak Malaysia berinisial WAN, hingga jalur laut yang digunakan berulang kali sebelum akhirnya terbongkar.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa pengejaran masih aktif berjalan. Masyarakat yang memiliki informasi keberadaan keduanya diminta segera melapor ke saluran resmi kepolisian dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Shelby Media | Dikurasi Redaksi — Disusun secara independen oleh tim redaksi Shelby Media berdasarkan informasi yang telah terverifikasi dari sumber terpercaya.
